Edukasi Terkait Keamanan Dalam Aktivitas Migrasi dan Pengembangan Diri Bagi Anak Pekerja Migran Desa Arjowilangun

  • Jun 20, 2024
  • ADMIN
  • Pemberdayaan Masyarakat

Dalam rangka meningkatkan rasa percaya diri dan pengetahuan terkait persiapan menjadi Pekerja Migran Indonesia, kelompok mahasiswa dari Jurusan Hubungan Internasional Universitas Brawijaya mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat kepada Anak Pekerja Migran (APM) di balai desa, Desa Arjowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang (02/07) . Kegiatan pengabdian masyarakat ini berfokus pada dua hal, yaitu pengembangan jati diri dan psikologis anak yang ditinggalkan oleh orang tua Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan peningkatan kesadaran terkait keamanan dalam persiapan menjadi PMI.

Acara ini diawali dengan memperkenalkan diri yang dipimpin oleh master of ceremony yang kemudian dilanjutkan dengan kata sambutan dari bapak Mohammad Fendik selaku sekretaris desa. Acara sosialisasi pertama dengan tema pengembangan diri anak bertajuk
"Edukasi Self-Actualization di Desa Arjowilangun, Kabupaten Malang" diawali dengan pemaparan oleh Najwaa Ranaa. Dilanjutkan dengan materi dari Muhammad Farid, Fadhillah Nur, dan Noeris Hidayati yang berjudul "Edukasi Terkait Keamanan Pekerja Migran untuk Anak-Anak Pekerja Migran Indonesia". Setelah penyuluhan, para audiens diajak berpartisipasi dalam sesi diskusi dan tanya jawab, MC memberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan seputar keamanan migrasi dan pengembangan diri, tak lupa juga dilakukan diskusi terkait materi yang telah dibawakan.

Pemaparan utama diawali dengan materi terkait pengembangan jati diri APM yang diberikan oleh salah satu mahasiswa HI FISIP UB. Pemaparan materi tersebut dilatarbelakangi oleh fenomena kesenjangan hak yang dialami oleh APM karena keabsenan fungsi orang tua selama fase pertumbuhan anak. Menurut hasil riset, APM cenderung memiliki self-actualization yang rendah dibandingkan dengan non-APM. Meningkatnya tren PMI di Desa Arjowilangun sebagai Desa Migran Produktif diiringi oleh peningkatan tren APM. Hal ini membuat APM tersebut rentan terhadap fenomena masalah APM secara psiologis. Oleh karena itu, mahasiswa Hubungan Internasional membekali APM terkait kesadaran potensi diri mereka melalui tiga hal, yaitu boosting self-esteem, life skill development, dan education empowerment.

Edukasi yang telah dilakukan oleh kelompok mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Brawijaya tersebut, didasari oleh permasalahan yang cukup mengkhawatirkan bagi para Pekerja Migran Indonesia, yaitu Tindak Pidana Perdagangan Orang. Maka dari itu, desa Arjowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, yang menjadi salah satu pengirim PMI terbanyak di wilayah Jawa Timur, dijadikan sebagai target edukasi oleh kelompok mahasiswa tersebut. Edukasi seputar aktivitas migrasi tersebut kemudian juga didukung oleh Sekretaris Desa Arjowilangun yang pada saat survei desa menuturkan bahwa sosialisasi dan edukasi yang menyangkut tentang keseluruhan aktivitas migrasi sangat minim, dan mereka menyambut hangat tiap-tiap upaya yang diberikan oleh mahasiswa untuk mengedukasi masyarakat desa sebagai bentuk kepedulian terhadap para “Pahlawan Devisa Negara” dan juga keluarga mereka.

Kegiatan sosialisasi ini merupakan inisiatif mahasiswa untuk mendukung dan memberikan wawasan kepada masyarakat Desa Arjowilangun, terutama kaum muda, dalam mempersiapkan diri terkait aspek keamanan. Keamanan menjadi faktor krusial dalam proses
migrasi, mengingat semakin maraknya agen ilegal yang sering menjerat calon pekerja migran Indonesia. Sosialisasi ini bertujuan untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan yang diperlukan untuk menghindari jebakan agen tidak resmi dan memastikan proses migrasi yang aman dan terjamin.

Melalui kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat mengisi kesenjangan yang dihadapi oleh Anak Pekerja Migran di sektor psikologis, sosial, edukasi, dan keamanan mereka.